Tasawuf selayang pandang
Dengan nama Allah, Tuhanku yang menjadi tujuan dan pusat karunia serta ridho yang menjadi harapan.
Tulisan ini saya kutip dari buku kecil; MIFTAHUSH SHUDUR, yang disusun oleh K.H.A.Shokhibul Wafa Tajul Arifin Suriya laya Tasikmalaya. dari ucapan-ucapan ulama' besar dalam bidang tasafuf dan thoreqot ,mengenai permasalan'' dzikir' namun penyusun buku ini menyadari, bahwa dalam penulisan buku ini, masih banyak kalimat-kalimat dan istilah-istilah yang belum dapat terasalin dengan sempurna, dangkal tak dapat diajuk, dalam tak dapat diukur.
tulisan ini tidak dapat hanya dipelajari dengan hanya membaca dan merenungkan, tetapi harus dengan merasa dan menampung dari mutiara-mutiara yang dihamburkan oleh syeh atau mursyid sebagai pengolahannya.
Tulisan ini hanya merupakan tonggak sebagai tanda ditengah lautan, untuk mencapai tanda itu diperlukan ada biduk yang dikayuh melalui ombak dan riak gelombang latihan yang maha dahsyat, rasa hanya dapat disampaikan dengan rasa, tidak dapat diteruskan dengan huruf gambaran suara atau kata-kata melaui ujung lidah.(berlanjut...)
Komentar
Posting Komentar